Kisah Wanita Pemberani yang Membuat Yahudi Tunggang langgang

01.41


wanita palestine
Bagi Shafiyyah surga Allah melebihi segalanya termasuk  keluarga dan anak-anaknya. Bahkan Shafiyyah melakukan kompetisi dengan putranya sendiri untuk meraih “tiket” surga. Saat menghadapi musuh dalam  sebuah peperangan dia menyuruh putranya untuk  melupakan dirinya .  Berbeda dengan orang zaman  sekarang, ketika melakukan jihad justru berteriak  “ wahai anakku, ingatlah keluarga dan anak-anakmu…”
Shafiyyah bibi Rasulullah ini  adalah  termasuk  orang yang menerima siksaan dan aniaya dari  kaum Quraisy.Dia dan putranya Zubair bin Awwam, hendak dibakar di dalam tungku.
Ketika Allah mengizinkan Rasulullah dan kaum mukminin untuk berhijrah ke Madinah, Shafiyyah pun ikut serta berhijrah  dan rela  meninggalkan segala kenangannya di kota Makkah dan lebih memilih berrjuang di jalan Allah dan RasulNya.
PADA PERANG UHUD
Meski usianya sudah menginjak 60 tahun, ia menunjukkan  sikap kepahlawanannya dan tercatat dalam sejarah Islam , diantara adalah kala terjadi perang Uhud dimana  beliau ikut berjuang bersama kaum muslimin  dalam divisi pasukan muslimah. Tugasnya mensuplai kebutuhan air para pejuang dan membawakan serta tombak-tombak dan panah pejuang.
Dalam perang tersebut , sebagian besar pasukan muslimin tercerai berai hingga meninggalkan rasulullah yang menyebabkan kaum Musyrikin hendak menyerang Rasulullah. Shafiyyah  seketika melemparkan air yang ada padanya dan segera melompat bagai singa yang buas . Ia pun merampas tombak salah satu musuh dan bergegas masuk ke dalam barisan mereka. Kemudian berkata lantang “ Celaka kalian!!!…apakah kalian hendak membunuh Rasulullah?!!…”
Melihat shafiyyah berada di medan pertempuran, Rasulullah khawatir takalah dia nanti melihat saudaranya Hamzah yang sudah tewas mengenaskan dirobek-robek tubuhnya secara keji oleh kaum Musyrikin . Rasulullah segera memanggil Zubair dan berkata padanya “ Ibumu wahai Zubair, Ibumu…”
Zubair pun kemudian berkata kepada ibunya,” Sesungguhnya Rasulullah memerintahkanmu untuk mundur,” dia berkata” Mengapa? Aku sudah tahu bahwa saudaraku sudah tewas terbunuh . Yang aku lakuka ini demi menegakkan kalimat Allah…Rasulullah pun akhirnya berkata kepada Zubair, Biarkanlah dia wahai Zubair…”dan Zubair pun tak kuasa mencegah ibunya bertempur.
Ketika peperangan usai, Shafiyyah berdiri di sisi jasad Hamzah yang robek mengenaskan ..perutnya robek hingga hatinya keluar, hidungnyaterputus dan kedua telinganya terpotong. Dia menutup wajah saudaranya itu dan memohonkan  ampunan baginya. Shofiyyah kemudian berkata , “Dia  melakukannya demi menegakkan kalimat Allah. Aku ridha terhadap ketentuan Allah ini . Demi Allah aku aku akan tetap bersabar insya Allah.
DALAM PERANG KHANDAQ….
Pada perang Khandaq ini , selain menunjukkan sikap kepahlawanannya , Shafiyyah membuktikan kecerdasan dan kecerdikannya . Jika hendak berperang biasanya kaum wanita ditempatkan Rasulullah dalam  sebuah benteng karena kawatir serangan musuh terhadap mereka. Pada perang Khandaq ini Rasulullah menempatkan SHafiyyah yang tidak lain adalah bibinya ini  di dalam benteng Hasan bin Tsabit , seorang ahli syair yang turut berjuang membela  Rasul dengan  syair-syairnya. Kegentingan perang membuat Rasul dan para sahabatnya tidak  sempat memikirkan apa yang terjadi di benteng kaum wanita dan orang-orang yang lemah ini..
Sampai tiba-tiba pandangan mata Shafiyyah tertuju pada sekelebatan orang yang bergerak di waktu fajar. Ditegaskan pandangannya ini dan tahulah ia bahwa itu adalah seorang yahudi yang mengintai benteng. Shafiyyah segera tajam nalurinya dan menyadari bahwa pria ini adalah mata-mata yahudi untuk mengetahui apakah ada pria yang bertugas menjaga benteng atau tidak.’
Shafiyyah lalu berkata dalam hatinya “ Tidak ada seorang priapun yang menjaga benteng kami dari serangan mereka. Jika saja fakta ini mereka ketahui niscaya mereka pasti akan membunuh kaum wanita dan anak-anak disini. Jika ini terjadi maka akan menjadi musibah yang sangat besar bagi kaum muslimin”.
Maka Shafiyyah pun bergegas meraih penutup kepalanya dan kemudian mengambil sebatang besi. Dia lalu turun menuju pintu benteng dengan hati-hati  sambil mengawasi gerakan mata-mata tersebut. Ketika sudah dalam posisi dekat dia pun segera memukulnya hingga jatuh tersungkur dan memukulnya kembali hingga tewas. Dia pun meraih sebilah pisau kemudian dipotongnya kepala orang tersebut. Setelah dipotong, dilemparkannya dari atas benteng hingga jatuh di kerumunan bangsa Yahudi yang sedang menunggu kedatangan mata-mata tersebut.  Dengan melihat kepala kawannya tersebut , maka  ciut dan gentarlah  hati mereka dan yakin bahwa Muhammad tidak pernah meninggalkan kaum wanita dan anak-anak tanpa seorangpun yang melindungi.
-Imarah Muhammad Imarah -

You Might Also Like

0 komentar

Penggunguman

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Terimakasih Atas Kunjunagan Anda di Muslim-Magz.Blogspot.com Apa Bila Anda Mendapati Kekeliruan dalam Artikel-Artikel Blog Ini, Kami Memohon maaf sebesar-besarnya dan kami harap bisa di laporkan segera di Artikel Komentar Terkait

والسلام

About US

Alhamdulillah Blog sedrhana ini telah bisa diterbitkan, walaupun masih sangat banyak memilliki kekurangan di segi artikel maupun tampilan blog yang basih belum teratur, akan tetapi Insya Allah Kami akan terus memperbaiki blog ini sehingga bisa menjadi Real Portal Umat Muslim :)

Like us on Facebook